Saya seringkali merasa minder, dan malu dengan Tauhid Murni, Nyali yang tak bertepi, Jihad Lawan korupsi yang tak pernah mati yang terus bersemayam di hati laki-laki Subuh (Novel Baswedan). Saya malu dengan diri sendiri, dia kehilangan banyak hal demi perjuangannya itu. Gambar ini sengaja saat ini Saya publikasi, untuk mengingatkan kita semua. Novel kini terus berjuang untuk memperbaiki mata kirinya yg hancur, dan mata kanannya yang harus dibantu hard lens untuk melihat.

Bagi Saya ini Bukan sekedar tentang membela sahabat kami Novel Baswedan, tapi ini tentang pembelaan hak-hak masa depan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang bebas dari korupsi yang dirampas oleh para Bandit Koruptor yang tega menyerang Novel, ditengah Presiden dan Pimpinan KPK ternyata telah kehilangan nyali berhadapan dengan “Mereka” yang saat ini mengendalikan hukum dan seolah menjadi penentu siapa yang bersalah dan tidak Tanpa peduli bahwa Ada hari Dimana semua harus dipertanggungjawabkan Tanpa bisa disembunyikan.

Dahnil Anzar Simanjuntak

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here