dakwahmuh.com – Jauh sebelum Indonesia merdeka Muhammadiyah sudah ikut perperan dalam mencerdaskan bangsa, hal tersebut disampaikan Prof Din Syamsuddin saat memberi  penjelasan pada semua kuli tinta usai acara pembukaan Muhammadiyah Education Awards 2017 di dome Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu(23/9).

Din mengatakan bahwa  ME Awards merupkan salah satu program untuk turut dalam mencerdaskan bangsa ” Muhammadiyah itu lebih banyak memberi daripada meminta dan saya sangat bangga dengan majelis dikdasmen PWM Jawa Timur yang bisa ambil peran itu, insyaallah ini yang ke sepuluh ya…” ujar Din seraya bertanya ke Arbaiyah, ketua majelis dikdasmen PWM Jatim.

Dilihat dari kepesertaan, agenda ini tiap tahun telah mengalami banyak peningkatan, tentu hal itu juga memberi dampak positif yang luar biasa, terutama bagi daerah -daerah seperti Ponorogo, Madura dan lainnya.” Terlebih lagi dengan adanya penghargaan pada kategori  sekolah Inspiring, Exelence dan Out Standing” jelas Din.

Untuk itu saya berpesan;pertama, agar kegiatan ini terus diadakan setiap tahun. Kedua, perlu ditingkatkan bobot dan standartnya. Ketiga, perlu adanya kegiatan berkala sebelum puncak perhelatan ME Awards.

Sementara itu terkait   dengan himbauan nonton bareng film G30 S/PKI, Din  yang juga Dewan Pembina MUI mengatakan bahwa hal tersebut wajar saja dan penting juga sebagai pelajaran untuk ke depan supaya tidak terulang , “Nah kalau  mau didaur ulang, ya silahkan saja tapi jangan menghilangkan fakta” ujarnya.

“Nobar ini strategis, karena melawan PKI jangan dengan cara PKI” Tambah Din

“Film itu tidak lengkap terutama terkait dengan umat islam, banyak fakta yang belum diungkap” tegas penasehat MUI itu.

Din menenegaskan bahwa anak – anak yang  orang tuanya terlibat PKI tidak mewarisi dosa orangtuanya,” Mereka yang muslim harus jadi muslim yang taat, bangsa Indonesia harus bisa menganggap mereka  sebagai saudara” harap Din.

Dan kalau sudah demikian jangan ada sedikitpun keinginan untuk menhidupkan PKI lagi karena negara kita ini negara Pancasila.

Sebelum mengakhiri penjelasannya Din menegaskan ” jangan terlalu banyak memperdebatkan soal itu, lebih baik fokus pada persoalan -persoalan yang lebih penting, korupsi misalnya ” tegas Din.(Uzlifah)

Sumber: PWMU.CO

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here