Permata Para Pemimpin Muhahammadiyah 2 (kisah penuh hikmah para tokoh Muhammadiyah)

“PAK AR FAKHRUDIN NAIK ANGKUTAN UMUM”

Pak AR memang pimpinan ummat yang merakyat. Pengajian beliau di TVRI yogya ditonton oleh pemirsanya seperti rakyat banyak nonton ketoprak. Warga Muhammadiyah diseluruh pelosok indonesia hingga ke ranting ranting, bahkan ke kelompok kelompok jamaah kecil pingin mengundang dan mendengarkan pengajiannya pak AR. Salah satu Cabang Muhammadiyah yang mengundang beliau adalah PCM Cepu Blora dengan tokohnya bernama Bpk Ust Drs sutopo, SH. Aktifis dan penggerak Muhammadiyah Cepu alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah yogyakarta (lulus th 1963) yang berprofesi sebagai Hakim negri dan pernah menjabat Kepala Pengadilan di beberapa kabubaten.

Sesuai dengan pembicaraan pak Topo dengan pak AR, maka disepakati, bahwa pak AR Fakhrudin bersedia hadir ke Muhammadiyah Cepu untuk silaturrshiim dan memberikan pengajian di Cepu. Sesuai pembicaraan sebelumnya pak AR akan datang ke Cepu sore hari agar malamnya bisa silaturrahim dg para aktifis dan pengurus Muhammadiyah serta paginya baru memberikan pengajian. Salah satu kebiasaan pak AR adalah bila datang ke suatu daerah tertentu, beliau selalu berusaha menemui dan bersilaturrahim dg tokoh tokoh ummat baik dari muhammadiyah maupun tokoh organisasi yang lain.

Sabtu sore kala itu, pak Topo dan panitia pengajian sudah menunggu kehadiran pak. AR. Sampai menjelang maghrib pak AR juga belum datang. Sampai isya pun tamu yang sangat mereka rindukan belum juga rawuh. Panitia mulai cemas dan khawatir bila pak AR tidak jadi rawuh ke Cepu. Hari semakin malam dan hujan yang tadinya rintik rintik turun semakin lebat. Panitia mencobo nelpon ke kantor PP Muhammadiyah dan memperoleh kepastian bahwa pak AR sudah berangkat ke cepu dengan menggunakan kendaraan umum Bus.

Keberadaan pak AR tidak bisa dilacak posisinya karena waktu itu belum ada Hp dan alat komunikasi lain bisa menghubungi langsung pada orang yang kita tuju. Adanya waktu itu hanya telpun kantor atau telpon rumah.

Pak Topo dan pengurus Muhammadiyah cepu akhirnya memutuskan untuk mencari pak AR ke terminal,menyusuri jalan jalan juga mencari tahu di penginapan penginapan. Sampai larut malam upaya pak Topo dan temen temen belum berhasil. Mereka kemudian sepakat untuk melanjutkan mencari pak AR setelah sholat subuh.

Bagaimana dengan perjalanan pak AR menuju cepu?
Pak AR dari jogja naik Bus jurusan Yogya Solo.Dari Solo beliau nyambung naik Bus Jurusan Surabaya dan Turun di. Terminal Ngawi.Dari Ngawi Beliau kemudian melanjutkan perjalan dg Bus Ngawi Bojonegoro turun Padangan terus ke Cepu. Ternyata perjalanan pak AR ketika sampai terminal solo hujan sudah mulai turun dan terus turun hujan hingga sampai Padangan. Sampai terminal Bus Solo pak AR turun dari Bus kemudian pindah ke Bus jurusan Surabaya yang akan membawa pak AR ke terminal bus Ngawi. Sampai Terminal Ngawi kondisi hujan deras. Turun dari Bus Jurusan Surabaya, beliau menunggu bus yang akan membawa pak AR ke Cepu. Ketika Bus datang beliau naik Bus jurusan Bojonegoro dan menunggu cukup lama hingga penumpang bus Penuh. Setelah penuh penumpang, bus pun mulai perjalanan menuju cepu dalam kondisi hujan yang sangat deras. Pak AR Ketua Umum PP Muhammadiyah yang presiden Soeharto sangat menghormati beliau dan siap memberikan fasilitas (pak Harto pernah memberikan mobil Dinas kepada Pak AR, namun oleh pak AR mobil tersebut beliau serahkan ke UMY) untuk dakwah pak AR, ternyata pak AR memilih naik Bus umum dan berprilaku seperti penumpang pada umumnya.

Dalam perjalanan menuju cepu, karena dlm kondisi hujan dan sudah malam hari, tidak ada penumpang yang mengenali pak AR kecuali satu orang penumpang. Sejak berangkat dari terminal ngawi, penumpang tersebut sudah mengira bahwa salah seorang penumpang bus ada yang seperti pak AR.Namun bapak tersebut belum berani memastikan bahwa penumpang yang mirip pak AR adalah pak AR Ketua Umum Muhammadiyah. Ketika dlm perjalanan pun penumpang tersebut tidak berani bertanya pada pak AR. Ketika perjalan hampir sampai Padangan Bojonegoro, penumpang tersebut mulai membayangkan bahwa kasihan sekali bila penumpang bus yang mirip pak AR tersebut bener bener pak AR. Dia akan merasa bersalah bila membiarkan pak AR turun dari Bus dalam kondisi hujan deras dan tidak membawa payung. Akhirnya penumpang tersebut memberanikan diri bertanya untuk mastikan pak penumpang yang mirip pak AR tersebut benar benar pak AR.

Penumpak tersebut berkata, “.. Assalaamu’alaikum. Nyuwun pangapunten. Menopo bapak leres Pak AR Fakhrudin Ketua Umum PP Muhammadiyah?”.Dengan tersenyum ramah Pak AR menjawab, “…..wa’alaikum salam. O… Njih. Menawi mboten klentu kulo AR Fakhruddin..”.

Setelah memperolah kepastian orang yang didepanya adalah pak AR Fakhruddin, akhirnya penumpang tersebut memeluk pak AR dengan haru, menemani pak AR turunnya dari bus dan kemudian meminta pak AR utk berkenan diinapkan di salah satu penginapan yang ada di cepu. Akhirnya oleh penumpang bus tersebut pak AR diantar ke sebuah penginapan yang ada di kota cepu dan seluruh biaya menginap langsung dilunasi oleh penumpang tersebut. Pak AR sebenarnya tidak bersedia dan pingin nginap di rumahnya pak Topo. Namun penumpang bus tersebut tetap memohon kerelaan pak AR untuk menginap di penginapan karena sudah larut malam dan dalam kondisi hujan deras. Akhirnya pak AR pun bersedia diinapkan di hotel sesuai yang diminta oleh penumpang yang baik hati tersebut.

Pagi pagi sekali setelah sholat subuh, pak AR dengan naik becak minta diantar ke rumah pak Topo sekaligus berangkat utk ngisi pengajian.
Pak Topo dan pengurus Muhammadiyah sesuai kesepakatan, setelah subuh kembali mencari pak AR. Penginapan, terminal bus, masjid dan jalan jalan kembali disusuri. Dalam keremangan bakda sholat subuh pagi itu, pak Topo juga terjun langsung untuk mencari pak AR. Tiba tiba dari kejauhan pak Topo melihat sebuah becak menuju tempat pak Topo berjalan yang tidak jauh dari rumahnya. Pak Topo tdk menyangka bila yang naik becak itu pak AR. Setelah semakin dekat pak Topo kaget campur bahagia karena yang naik becak adalah Pak AR. Ketua Muhammadiyah yang sangat beliau hormati dan sangat mereka rindukan. Pak Topo setengah berteriak menyapa pak AR…,”…….pak A….. R……. “. Pak Topo bersalaman dan memeluk pak AR. Tangis haru pak Topo tak tertahan lagi. Akhirnya pak AR diajak utk istirahat dulu di rumah pak Topo sambil menunggu kehadiran jamaah pengajian muhammadiyah.

Sesampainya di rumah pak Topo, setelah menikmati hidangan camilan dan makan pagi maka pak Topo bercerita tentang kekhawatiran para pengurus muhammadiyah cepu yang sudah menunggu dan mencari pak AR sejak sore hingga larut malam. Demikian juga pak AR menceritakan perjalanan beliau hingga diinapkan di penginapan oleh salah seorang penumpang bus yang baik hati. Pertemuan pagi itu cukup gayeng dan mengharukan.

Setelah silatirrahim di rumah pak Topo tersebut, pak AR kemudian menuju ketempat pengajian Muhammadiyah. Jamaah sudah siap dan menunggu kehadiran pak AR Fakhruddin. Seperti biasanya, dimanapun pak AR mengisi pengajian, beliau selalu menggembirakan jamaahnya, memakai bahasa komunikasi yang mudah dimengerti, mencerahkan dan menggerakkan jamaahnya utk beramal. Selesai mengikuti pengajian pak AR,yang nampak adalah wajah wajah yang sumringah dan gembira utk beramal.

Setelah acara pengajian selesai, pak AR menyempatkan kembali utk bersilaturrahim dengan para tokoh dan pimpinan muhammadiyah cepu untuk mendengarkan berbagai kemajuan dan permasalahan yang ada di Muhammadiyah cepu. Pak AR dengan cirikhasnya selalu mampu menjawab berbagai permasalahan dengan solusi yang mudah atau memudahkan. Serumit apapun menjadi sederhana ditangan pak AR.

Ketika silaturrahmi sudah selesai pak AR pamitan dan minta diantar ke terminal bus untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Begitu tahu pak AR akan melanjutkan perjalan ke Surabaya maka pak Topo segera menyiapkan mobil beliau untuk mengantar pak AR ke Surabaya sekaligus mendampingi pak AR ke Surabaya bahkan akan mengantar pak AR hingga kembali ke yogyakarta.

Pak Topo kader Muhammadiyah sejati, selalu memikirkan keselamatan pak AR. Maka beliau siapkan mobil untuk mengantarkan pak AR sesuai tujuan yang beliau rencanakan. Ketika mobil yang mengantar pak AR sudah siap maka pak Topo segera matur ke pak AR.., “…. pak AR, kendaraan yang akan mengantar bapak ke Surabaya sudah siap dan insya Allah saya akan ikut mengantar pak AR sampai surabaya”.
Pak AR menjawab, “…. Terimakasih pak Topo sudah menyiapkan mobil untuk mengantar saya ke surabaya. Mohon saya cukup diantar ke terminal bus cepu saja. Saya ke Surabaya naik bus saja… “.
Mendengar jawaban pak AR pak Topo kaget dan kemudian matur, “pak AR…., sungguh kami sudah menyiapkan mobil kami untuk pak AR. Kami tidak ingin pak AR kehujanan seperti kemarin. Kami tidak ingin pak AR sakit. Kami masih membutuhkan pak AR. Kami mohon pak AR berkenan kami antar dan dampingi sampai surabaya. Kami juga sudah siap mengantar sampai jogja….”
Pak AR kemudian ngendiko, “…… sungguh terimakasih atas perhatian pak Topo dan bapak bapak Muhammadiyah cepu. Semoga jadi amal sholih. NAMUN KARENA SAYA KE SURABAYA BUKAN URUSAN ORGANISASI, NAMUN URUSAN PRIBADI, MAKA MOHON MAAF. SAYA CUKUP DIANTAR KE TERMINAL. KE SURABAYA CUKUP PAKAI BUS SAJA… “.

Mendengar pernyataan pak AR, pak Topo dan para pengurus muhammadiyah cepu menjadi sedih campur bingung. Pak Topo dkk nya berusaha untuk membujuk pak AR agar bersedia diantar dan didampingi hingga sampai surabaya. Berbagai argumentasi dan upaya dilakukan namun tidak berhasil.pak AR tetap menjelaskan bahwa karena ke surabaya untuk urusan pribadi (ketemu saudara/teman beliau) maka tidak baik kalau difasilitasi dan merepotkan organisasi.

Siang itu akhirnya pak Topo hanya bisa mengantar pak AR ke Bus yang akan membawa pak AR ke surabaya. Dipeluknya pak AR dengan derai air mata. Pak Topo dan teman teman pengurus muhammadiyah cepu harus merelakan pak AR sang Ketua Umum PP Muhammadiyah pergi menuju Kota Surabaya dengan kendaraan umum Bus. Hanya lambaian tangan, air mata dan doa yang bisa mereka lakukan mengiringi perjalan pak AR menuju Surabaya.

Melihat dan merasakan kejadian tersebut, pak Topo akhirnya mengirim surat ke PP muhammadiyah yang isi suratnya memohon kepada PP muhammadiyah agar mengusahakan tersedianya mobil dan sopirnya yang selalu siap mengantarkan pak AR Fakhrudin untuk melaksanakan tugas tugas dakwah beliau sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Pak Drs. Sutopo SH salah seorang pejuang dan penggerak Muhammadiyah yang gigih.Mengorbankan harta dan jiwanya utk Islam melalui persyarikatan Muhammadiyah. Hampir semua tamu dari PP muhammadiyah pernah menginap di rumah pak Topo. Saat ini beliau masih sugeng dan tinggal bersama istri tercinta. Seluruh putra putrinya dimudahkan oleh Allah menempuh pendidikan. Putra pertamanya seorang insinyur Sipil tinggal di Cepu. Terus adik adiknya ada yg yg jadi dosen PTN dan hampir menjadi profesor, ada yang insinyur elektro dan yang paling kecil seorang dokter spesialis alumni UGM. Semoga pak Topo sklrg selalu dilimpahi rahmat dan barokah dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. (M. Jamaludin Ahmad. “OMAH BETAWI” Piyungan. 29 Januari 2018)

sumber ; facebook : Jamaludin Ahmad

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here