JAKARTA, 28/7- JADI SAKSI. Siluet anggota komisi IV DPR RI Al Amin Nasution ketika membacakan sumpah saat menjadi saksi di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/7). Al Amin dihadirkan sebagai saksi pada kasus korupsi alih fungsi hutan di Kabupaten Bintan dengan terdakwa Sekretaris Daerah Bintan, Azirwan. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/08.

Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc, M.M:

Mohon penjelasan tadz tentang kaidah berikut ”

النّية  في ا ليمين تخصّص اللفظ الخاصّ

 

Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc:

النّية  في ا ليمين تخصّص اللفظ الخاصّ

Niat dalam sumpah, dapat mentakhsis ungkapan umum.

 

Maksudnya adalah bahwa niat seseorang dapat mentakhsish ungkapan yang sifatnya masih umum. Contoh saya niat untuk tidak mau daging yang disembelih oleh Ahmad. Sumpah saya berbunyi, “Demi Allah, saya tidak akan makan daging sapi”. Di sini, kata daging sapi masih sangat umum, mencakup semua jenis daging sapi. Hanya saja, karena niat saya hanya daging yang disembelih oleh Ahmad, maka saya boleh makan daging sapi sembelihan tetangga, orang tua atau beli daging di pasar. Niat saya tadi menjadi “takhsis” atas lafal yang sifatnya masih umum. Wallahu a’lam

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here